Lihat Semua Produk
Happy Shopping!

Sejarah Kemeja Kotak-Kotak


Sejarah Kemeja Kotak-Kotak Dan Perkembangannya – Pada zaman dahulu motif kotak-kotak diartikan sebagai pemberontakan serta kebebasan. Pada awalnya motik kotak-kotak dikenal dengan Tartan yang ditemukan pada kilt yang dipakai oleh orang skotlandia. Kilt merupakan pakaian tradisional selutut penduduk dataran tinggi Skotlandia pada abad ke 16. Pakaian tersebut di produksi dengan menggunakan bahan wol, namun pada abad ke 19 Kilt mulai dipakai penduduk skotlandia secara masal.kemudian suku Celtic (atau Gaelic secara spesifik), membawa kilt ini lebih luas lagi, sehingga menjadi warisan budaya mereka. Pada saat itu sudah menjadi hal yang umum untuk pakaian dengan bahan wol menggunakan corak tartan.

Sebelum jauh kita membahas Sejarah Kemeja Kotak-Kotak, perlu kita ketahui sebagian banyak orang beranggapan bahwa kemeja kotak-kotak (Plaid Shirt) sama dengan kemeja flanel (Flanel Shirt). Asal tahu saja kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Flanel merupakan salah satu jenis bahan (fabric), sedangkan kotak (plaid) adalah motif corak atau pattern. Baik mari kita kembali ke topik utama.

Menurut sejarah istilah Tartan ditemukan pada tahun 1538 pada saat King Jame V mebelikan istrinya sebanyak tiga ells kain Heland Tartan (Ells merupakan sutuan panjang). Kemudian pada tahun 1587 Hector Maclean (salah satu pewaris keluarga Duart) dibayar dengan enam puluh ells kain berwarna putih, hitam dan hijau. Warna-warna tersebut menjadi warna tradisi Maclean pada saat berburu.

Sejarah Kemeja Kotak-Kotak Dan Perkembangannya

Pada tahun 1746 terjadilah pertempuran Killecrankie. Menurut seorang saksi mata, dia menagatakan bahwa McDonnells merupakan kesatria yang menggunakan pakaian motif tiga garis. Namun bukti sesungguhnya dari paya yang kita sebut tartan ditemukan pada sebuah ukuran kayu jerman sekitar tahun 1631 yang diduga menggambarkan tentara bayaran Highland bersama tentara Gustavus Adolphus. Pada ukiran tersebut dengan jelas digambarkan mereka menggunakan kilt bermotif tartan.

Pada tahun 1746 pertempuran Culloden pun berakhir. Setelah itu motif kotak-kotak pun dilarang selama 4mpat dekade oleh pemerintah Inggris karena di anggap sebagai seragam para pemberontak Skotlandia.

Baru pada tahun 1850, Woolrich, sebuah perusahaan dari Pennsylvania, meluncurkan sebuah kemeja Buffalo Check dengan motif kotak-kotak dengan dua warna. Kemeja ini masih dijual hingga sekarang.

Kemudian tahun 1914 seorang copywriter Willam Laughed memperkenalkan sosok penebang kayu yang menjadi pahlawan rakyat yaitu Paul Bunyan dalam serangkaian pamflet untk Red River Lumber Company/ Legenda Bunyan telah diabadikan dalam kartun, patung dan taman bermain.

Tahun Tahun 1939, Red Flannel Day dimulai di Cedar Springs, Michigan, setelah kota itu menjadi terkenal karena memproduksi sweater flanel berwarna merah. Kota ini masih menyelenggarakan festival besar Red Flannel pada weekend terakhir bulan September sampai dengan weekend pertama di bulan Oktober.

Pada tahun 1963, The Beach Boys membuat kemeja flanel kotak-kotak Pendleton menjadi terkenal setelah memakainya di cover album “Surfer Girl.”

Awal tahun 1970-an, John Fogerty ujung tombak dari rock band Creedence Clearwater Revival mempopulerkan kemeja flanel kotak-kotak. Dan kemudian menjadi ciri khas Fogerty sampai saat ini.

Pada tahun 1974, perusahaan Georgia-Pacific dari Atlanta, Amerika Serikat meluncurkan produk kertas tissue (paper towels) dengan merk Brawny. Mereka memakai gambar seorang pria berkumis yang mengenakan kemeja kotak sebagai ikon dari Brawny, yang kemudian popular dengan sebutan The Brawny Man. Pada tahun 2002, Georgia-Pacific memutuskan untuk mengganti ikon Brawny dengan wajah yang lebih fresh. Akan tetapi kemeja kotak tetap melekat pada ikon baru ini.

Tahun 1978, dalam usahanya menjadi kantor gubernur Tennessee, senator Lamar Alexander berjalan sepanjang 1.000 mil di seluruh negara bagian Amerika Serikat dengan memakai kemeja flanel kotak-kotak merah dan hitam. Lamar berhasil menjadi gubernur selama 8 tahun. Kemeja flanel merah hitam menjadi trademark Lamar Alexander pada saat itu.

Tahun 1979, film “The Dukes of Hazzard” pertama kali ditayangkan di CBS. Setelah film itu diputar, para pria mulai meminjamkan kemeja kotak-kotak mereka untuk dipakai para istri dan kekasihnya.

Tahun 1990, perlombaan lari Red Flannel Run mulai diselenggarakan Des Moines, Iowa. Sampai saat ini, lebih dari 1.600 pelari yang berpakaian kotak-kotak mengikuti perlombaan ini setiap awal tahun.

Tahun 1990-an, kemeja kotak-kotak flanel kembali berkibar seiring dengan bersinarnya musik grunge yang diusung oleh band asal Seattle, Nirvana. Selain itu para musisi rock papan atas, seperti Axl Rose (Guns N Roses) dan Pearl Jam kerap kali mengenakan kemeja flanel kotak-kotak di konser musik mereka.

Di Indonesia, pada tahun 2012, pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memakai kemeja kotak-kotak dalam kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Pemilihan kemeja kotak-kotak ini atas dasar komitmen mereka dalam bekerja untuk rakyat dengan turun langsung ke lapangan. Pasangan Jokowi dan Ahok pada akhirnya memenangkan Pilgub DKI 2012 untuk periode jabatan tahun 2012-2017, dengan mengusung slogan “Jakarta Baru.”

Sumber: http://kemejaflanel.com/sejarah-kemeja-kotak-kotak/