Sejarah Kemeja Flanel, Dimulai dari Abad 16


Sejarah sudah mencatat bahwa Flanel sudah ditemukan sejak awal abad ke-16. Flanel ditemukan dinegara Wales yang mempunyai sebutan Flannelette. Kata Flanel juga berasal dari bahasa Wales “Gwalanen” yang mempunyai arti “Bahan Wol”. Flanel terbuat dari bahan yang sedikit lebih tebal dari kain biasanya.

Fungsi Kemeja Flanel ketika itu dipakai oleh para petani di Wales sebagai pakaian hangat untuk melindungi tubuh mereka dari cuaca dingin. Awalnya kemeja flanel diproduksi secara manual oleh tangan-tangan ahli ibu rumah tangga. Dibuat dari benang wol yang kemudian digaruk ketika mencapai proses finishing. Namun ketika sampai di abad ke-18 yang ketika itu terjadi Revolusi Industri, kemeja flanel mulai diproduksi secara masal dan menjadi jajaran produk pakaian yang masuk pabrik dalam pembuatannya.

Perusahaan Kemeja Flanel

Di Amerika Serikat pada tahun 1889 ada seseorang yang berasal dari Michigan bernama Hamilton Carhatt mendirikan perusahaan yang bernama Carhatt yang mengklaim bahwa merekalah yang pertama kali menemukan kemeja berbahan flanel.Juga mengklaim motif kotak-kotak yang sudah jadi ciri khas flanel sebelumnya yang terinspirasi dari Kilt yaitu pakaian tradisional Skotlandia.

Ciri khas flanel produksi Carhatt yaitu sebuah pakaian dengan karakter tahan banting namun tetap nyaman dipakai. Karakter flanel yang diciptakan dibuat untuk para pekerja lapangan yang aktif seperti pekerja engineers yang bekerja di jalur kereta api.

Lahirnya Identitas Kemeja Flanel

Masuk abad ke-20 kemeja flanel yang biasanya diproduksi hanya untuk cuaca dingin kini mulai sedikit dimodifikasi agar bisa disesuaikan dengan musim lainnya. Bahan yang dipakai yaitu menggunakan campuran kapas dan sutera agar kain menjadi lebih tipis dan ringan. Dan kemeja flanel pada masa ini dapat digunakan pada saat cuaca yang hangat.

Kemudian mucullah identitas kemeja flanel ketika sudah masuk ke Amerika Utara. Kemeja yang mempunyai motif kotak-kotak kini diidentikkan dengan para pekerja kasar. Identitas kemeja flanel juga melekat pada seorang pekerja lapangan, pekerja tambang dan penebang pohon.

Karena kemeja flanel sudah menjadi favorit pakaian orang-orang yang membutuhkan pakaian untuk bebas bergerak yang memudahkannya untuk bekerja. Kemeja flanel yang mempunyai ketahanan tinggi terhadap cuaca juga ketebalannnya yang mampu menghangatkan tubuh dan kemudahannya untuk dicuci.

Dan identitas kemeja flanel yang paling melekat jatuh kepada para penebang pohon yang selalu sepaket dengan sepasang sepatu boots.

Perubahan Identitas Kemeja Flanel

Setelah perang dunia I berakhir, pandangan dunia berubah. Kemeja flanel yang mulanya diidentikkan dengan para pekerja keras dari kalangan kelas bawah, kini mulai bergeser yang kemudian secara perlahan naik kasta.

Kemeja flanel jaman ini sekarang bisa dianggap sebagai milik seluruh lapisan sosial. Dan pada masa ini, kemeja flanel mulai identik dengan karakter jantan seorang laki-laki.

Red Flanel Day

Pada tahun 1939 ada sebuah acara rutin yang terkenal yang dilaksanakan secara rutin hingga di Cedar Springs, Michigan. Adanya acara tersebut karena kota ini sudah menjadi icon sebagai produsen sweater berbahan flanel berwarna merah. Yang kemudian acara itu diberi nama “Red Flanel Day”.Biasa diselenggarakan setiap weekend terakhir dibulan September dan weekend pertama di bulan Oktober.