Sejarah Singkat Kemeja Dan Perkembangannya


Perlu diketahui sejarah singkat kemeja berasal dari bahasa Portugis yaitu Camisa yang berarti baju atau pakaian atas untuk pria. Sejarah Asal-Usul Adanya Kemeja tertulis dalam buku Men’s Wardroby seri Chic Simple. Didalam itu disebutkan bahwa para bangsawan Eropa pada abaa ke tujuh belas telah terbiasa memakai kemeja putih yang dihiasi renda pada bagian dada dan lengan karena pada zaman dahulu hanya memiliki satu warna kemeja yaitu kemeja putih.

Sejarah Singkat Kemeja

Sejarah Kemeja

Berikut Ini Sejarah Singkat Kemeja Serta Perkembangannya

Menurut sejarah pakaian kemeja berasal dari bahasa Portugis yaitu Camisa yang berarti baju atau pakaian atas untuk pria. Salah satu pakaian atas khusunya untuk pria ini mengalami beberapa perkembangan. Pada awal tahun 1800-an bermunculan salah satu model paling mewah yaitu dengan kerah berupa bulu-bulu yang biasa disebut Ruff dan merupakan salah satu model kemeja yang cukup populer pada masa itu. Kelemahan dari kemeja model ini terasa kaku sehingga kirang nyaman ketika dipakai.

Seiring waktu berjalan model kemeja juga mengalami perkembangan yang sangat pesatr. Itu terlihat dari semakin banyaklnya model kemja yang lebih modern hingga akhirnya diperkenalkan di Negara Indinesia pada awal tahun 1918 kepada para sodagar kaya. Karena masih aneh dengan kemeja masyarakat Indonesia kurang meminati pakaian jenis ini karena masyarakat lebih memilih pakaian tradisionala pda zaman itu yaitu batik dan kebaya.

Sejarah Singkat Kemeja Flanel

Lagi-lagi menurut sejarah dikatakan bahwa Kemeja Falnel ditemukan pada awal abad ke 16 di Wales dan sering disebut dengan Flannelette. Pada masa itu parapetani disana sering memakai pakaian hangat dan sedikit tebal agar terhindar dari suhu dan cuaca dingin serta rantin gpohon. Pada awalnya Flanel di buat secara tradisional dari bahan benang wol yang di garuk pada proses finishing, sehingga membuat pakaian ini terlihat rapih dan nyaman ketika digunkan.

Terjadi perubahan besar-besaran dalam praktisi industri pada abad ke 18. Setelah itu Flanel mulai diproduksi secara masal dan menjadi produk pabrikasi. Pada abad ke 20 barulah Flanel Tidak hanya di produksi hanya untuk cuaca dan suhu dingin saja, akan tetapi disesuaikan dengan musim-musim yang ada di berbagai negara dengan mencampurkan beberapa bahan kain seperti kapas (Cotton) dengan sutera sehingga kemeja flanel dapat digunakan di Suhu dan Cuaca yang hangat.

Kemeja Flanel merupakan kemeja yang cocok dipakai dan digabungkan dengan berbagai macam pakaian lainnya seperti jeans, sepatu sneakers atau dipadukan dengan tshirt. Menurut sejarah ternyata kemeja flanel memiliki rekam jejak yang sangat panjang serta menarik untuk diketahui. Perlu kita ketahui bawa pada awalnya kemeja flanel sering di gunakan oleh para pekerja keras yang turun langsung dilapangan.
Flanel berasal dari bahasa Wales yaitu gwlanen yang artinya bahan wol. Sejarah mencatat flanel ditemukan pada awal abad ke 16 di Wales dengan sebutan flanelette. Para petani pada sat itu menggunakan baju hangat agar terhindar dari cuaca dingin.

Di Negara Francis isitlah flanel dipakai pada akhir abad ke 17 sedangkan di Jerman pada awal abad ke 18 dengan menyebuttna flanell dan dalam bahasa inggiris situlis flannel. Pada awalnya kemeja flanel dibuat secara tradisional dan dibuat dari bahan waoll yang garuk pada proses finishingna. Dengan memepertimbangkan biaya bahan baku wol yang cukup tinggi, perrlahan-lahan bahan wol muali digantikan dengan serat kapas (cotton) campurran sutera dan serat sintetis

Pada tahun 1889, seorang asal Michigan, Amerika Serikat, yaitu Hamilton Carhatt (1855-1937) mendirikan perusahaan yang dinamakan Carhatt. Carhatt mengklaim sebagai yang pertama kali menemukan kemeja berbahan flanel, termasuk motif kotak-kotak yang terinspirasi dari Kilt, pakaian tradisional Skotlandia.
Carhatt berusaha untuk menciptakan pakaian tahan banting, yang nyaman dipakai, namun tetap berkarakter, untuk para pekerja lapangan yang aktif. Pada awalnya mereka membuat pakaian flanel ini untuk para engineers yang bekerja di jalur kereta api.

Pada abad ke 20 flanel tidak hanya diproduksi untuk cuaca dingin saja, akan tetapi mulai disesuakan dengan musim-musim yang ada. sehingga flanel bisa digunakan dicuaca yang hangat. Pada abad yang sama flanel mulai masuk ke Amerika ?Utara. Flanel kotak-kotak di identik dengan para pekerja kasar seperti petani, gembala, pekerja tambang, penebang pohon dan semua yang bekerja diluar ruangan. sangat mudah untuk dicuci serta kehangatannya sangat memungkinkan para pekerja bebas bergerak dan bekerja dalam jangka eaktu yang cukup lama pada cuaca dingin. Mulai pada saat itu para penebang pohon identik dengan kemeja flanel dan sepasang sepatu boots.

Perang dunia I pecah pada tahun 1914, pada saat itu flanel digunakan sebagai seragam dan selimut di medan pertempuran serta dijadikan perban alternatif di rumah sakit. Pada saat perang berakhir dunia pun berubah, perbedaan antar kelas masyarakat menjadi bias. Selama Great Depression yang datang mengikuti Perang Dunia, kemeja flanel yang pada mulanya identik dengan kalangan kelas bawah, lambat laun naik kasta dan menjadi milik seluruh lapisan sosial. Pada masa ini pula, kemeja flanel diidentikkan dengan kelaki-lakian.

Selama Great Depression yang datang mengikuti Perang Dunia, kemeja flanel yang pada mulanya identik dengan kalangan kelas bawah, lambat laun naik kasta dan menjadi milik seluruh lapisan sosial. Pada masa ini pula, kemeja flanel diidentikkan dengan kelaki-lakian.
Pada tahun 1939, Red Flannel Day mulai dilaksanakan secara rutin di Cedar Springs, Michigan, setelah kota tersebut menjadi terkenal di seluruh negeri karena memproduksi sweater berbahan flanel warna merah. Kota ini masih merayakan Red Flannel Festival sampai sekarang, jatuh pada weekend terakhir di bulan September dan weekend pertama di bulan Oktober.
Pada tahun 1963, The Beach Boys kembali membuat kemeja flanel ini terkenal, setelah mereka berpose mengenakan kemeja flanel sambil mengangkat papan luncur untuk cover album mereka, “Surfer Girl”.

Di awal 1990-an, group band asal Seattle, Nirvana (yang di motori oleh Kurt Cobain) dan Pearl Jam mempopulerkan kembali kemeja flanel dengan motif kotak-kotak. Masa keemasan grunge saat itu ditandai dengan perubahan pola berpakaian di kalangan anak-anak muda. Tidak ada lagi jaket kulit yang sempat berjaya oleh kalangan glam rock. Trend beralih, mereka beramai-ramai mengenakan kombinasi kemeja flanel, jeans, dan sepatu boots juga sneakers.

Itulah ulasan mengenai sejarah singkat kemeja. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan kamu mengenai jenis pakaian ini.